Translate

Saturday, August 4, 2012

Tiga Fakta Dibalik Kesuksesan Apple

Berbicara mengenai berbagai produk keluaran Apple, maka kita bisa menemukan satu fakta yang jelas: Bahwa Apple memiliki sebuah “Faktor X” yang membuatnya terlihat dan terasa berbeda jika kita membandingkannya dengan produk-produk teknologi lainnya. Selain inovasi yang terus-menerus dilakukan tanpa henti, perusahaan Apple berhasil memberikan sebuah nilai tersendiri di setiap produk-produknya.
Perusahaan Apple sendiri telah menjalani berbagai berbagai era perkembangan teknologi. Perjalanan tersebut dimulai pada tahun 1984, dimana Steve Jobs memperkenalkan sebuah komputer canggih di dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Gedung De Anza College’s Flint Center. Saat itu, Jobs menghadirkan sebuah terobosan lewat komputer yang diberi nama “Mac”, sebuah komputer yang dapat menjelaskan sendiri bagaimana ia beroperasi. Di saat itulah setiap pasang mata di penjuru dunia mulai menyadari bahwa Apple, khususnya Jobs, memiliki sebuah paradigma berbeda di dunia teknologi.
Peluncuran Apple Mac sendiri memberikan sebuah pengalaman baru. Sederhananya, Apple berhasil membuat sebuah perubahan di dalam dunia perkembangan komputer secara keseluruhan. Kehadiran Mac seolah berhasil mengubah bentuk rancang sebuah PC. Di kala semua perusahaan komputer membuat sebuah komputer yang lebih mirip mesin jahit dari segi ukuran, maka Apple memberikan gagasan kepada masyarakat bahwa Mac adalah bentuk komputer yang seharusnya dimiliki.
“Think Different”, Berpikir Secara Berbeda
Apple telah berhasil maju dua langkah di depan para pesaingnya dengan memberikan gagasan yang berbeda kepada konsumen. Steve Jobs sendiri menginginkan para konsumen untuk “berpikir secara berbeda” terhadap semua barang yang mereka pakai, terutama komputer dan barang-barang teknologi lainnya.
Untuk menanamkan ide tersebut, maka tim pengembang perusahaan terus-menerus membuat sebuah produk-produk inovatif nan evolusioner, yaitu dengan membuat sebuah produk baru dengan kategori baru, mulai dari iPod yang menggeser MP3 player, smartphonetablet PC, hingga personal computer (PC) dalam beberapa tahun belakangan ini.
Gaya Manajemen
Apple memiliki sebuah komite eksekutif pusat, dimana para anggotanya bekerja sama untuk merancang sebuah produk yang akan diluncurkan. Selain itu, komite eksekutif pusat tersebut juga bertanggung jawab untuk menentukan kemana perusahaan ini akan berjalan. Selain itu, Apple juga tidak memiliki sebuah silo, sistem manajemen tanpa timbal balik infomasi, sehingga hampir semua bagian berhak saling memberikan gagasan yang membangun.
Hal tersebut berbeda dengan beberapa perusahaan lain yang lebih memilih untuk memberikan instruksi tanpa bisa menerima gagasan.
DNA Perancang
Satu hal terakhir, namun hal terpenting, yang membuat Apple mampu mengalahkan para pesaingnya adalah desain. Hal tersebut semakin ditekankan oleh Tony Fadell, salah satu mantan eksekutif di Apple, menyebutkan bahwa “prinsip-prinsip desain terbaik telah mengalir dan menjadi DNA Apple”. Kalimat tersebut ia ucapkan kala ia Fadell mengikuti sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh majalah FORTUNE di Aspen.
Steve Jobs sendiri dalam sebuah kesempatan kala berbicara di Stanford University, menekankan bahwa kecintaannya terhadap seni kaligrafi telah memiliki pengaruh yang besar terhadap ide-ide yang timbul dalam merancang sebuah produk dan membuat dirinya seorang perfeksionis.
Dari fakta-fakta tersebut, terlihat jelas bahwa desain adalah salah satu hal terpenting dalam perusahaan Apple. Bahkan telah menjadi salah satu idealisme tersendiri dalam perkembangan perusahaan secara keseluruhan. Steve Jobs memang telah tiada, tetapi Jonathan Ive seolah telah “dibaptis” untuk menjadi salah satu otak di balik rancangan-rancangan produk nan inovatif yang dibuat oleh Apple. Dengan begitu, idealisme perfeksionis terhadap desain telah menjalar ke seluruh karyawan di perusahaan Apple.

OktoMagazine.com

No comments:

Post a Comment