Translate

Monday, August 6, 2012

Jakarta Satu-satunya Kunci Keselamatan RIM

Pangsa pasar BlackBerry yang semakin menurun menjadi alasan pesimisme terhadap masa depan Research in Motion. Meski begitu, CEO RIM Thorsten Heins masih yakin terhadap masa depan BlackBerry. Heins pun mengajukan sejumlah data statistik untuk meyakinkan dunia bahwa BlackBerry masih punya masa depan.
Optimisme Heins ini diungkap dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Telegraph.
"Jika Anda melihat platform-nya, ini masih bertumbuh. Dan jika Anda melihat berdasarkan perangkat, kami punya suatu produk ponsel yang terjual lebih dari 45 juta unit," kata Heins.
Thorsten Heins kemudian masih optimistis BlackBerry bisa berkembang, terutama di negara berkembang. Salah satu negara yang menjadi andalan RIM, tentu saja ‘BlackBerry Nation”, Indonesia. "Setiap taksi di Jakarta, punya pin BBM (BlackBerry Messenger) di pintunya," ujar Heins.
Heins tampaknya sadar, BlackBerry tidak begitu berkembang di negara maju karena tertinggal dalam hal jaringan 4G yang super-cepat. Selain itu, di negara maju juga muncul tren "bawa sendiri perangkatmu", yang menjadikan smartphone sebagai perangkat terpadu untuk kerja dan bersenang-senang.
Menurut Heins, saat ini banyak orang yang menggunakan BlackBerry untuk kepentingan pekerjaan. "Coba tebak, sebagian besar pengguna BlackBerry mengetik. Mereka bekerja," ucap Heins.
Mengenai kehadiran BlackBerry 10, Heins yakin sistem operasi ini akan bisa melaksanakan "multi-tasking sesungguhnya". Perangkat BB 10 disebut Heins akan bisa digunakan sebagai navigasi di mobil, perangkat hiburan, dan game untuk seluruh keluarga.
"Ini sedang bekerja dan berjalan saat ini," ucapnya. "Tim sedang bekerja siang dan malam, juga di akhir pekan. Ini satu perubahan di tiap dekade yang akan membantu untuk melihat kami dalam sepuluh tahun ke depan," ujarnya.


OktoMagazine.com

No comments:

Post a Comment